Tahapan Kerja TANINDO dalam Merancang Sistem Pengolahan Air
Sistem pengolahan air tidak dapat dirancang hanya dengan memilih mesin berdasarkan kapasitas produksi. Setiap proyek mempunyai kondisi sumber air, target kualitas, keterbatasan lahan, dan kebutuhan operasional yang berbeda.
Kesalahan menentukan teknologi dapat menyebabkan kualitas
air tidak sesuai target, biaya operasional membengkak, atau mesin membutuhkan
perawatan terlalu sering. Oleh karena itu, perencanaan menjadi salah satu tahap
penting sebelum sistem mulai dibangun.
PT Tanindo Anugerah Nusantara atau TANINDO menyediakan
layanan pengolahan air yang mencakup desain, pengadaan peralatan, dan
instalasi. Ruang lingkupnya meliputi pengolahan air bersih, air minum, air
limbah, hingga air demineral.
Mengidentifikasi Kebutuhan Pengguna
Tahap pertama adalah mengetahui tujuan penggunaan air.
Sistem untuk menghasilkan air minum tentu berbeda dari sistem penyediaan air
proses industri.
Beberapa informasi yang perlu dipertimbangkan antara lain:
- Asal
sumber air baku.
- Kapasitas
air yang dibutuhkan.
- Lama
operasional setiap hari.
- Kualitas
air yang ingin dihasilkan.
- Ketersediaan
ruang untuk mesin.
- Rencana
peningkatan kapasitas.
- Kemampuan
operator menjalankan sistem.
Informasi tersebut membantu tim teknis menentukan konsep
awal pengolahan air. Mesin yang dipilih nantinya tidak hanya harus memenuhi
kapasitas, tetapi juga dapat digunakan secara efisien.
Menganalisis Kondisi Air Baku
Air tanah, air sungai, air payau, dan air laut mempunyai
karakteristik berbeda. Bahkan dua sumber air tanah yang berada di wilayah sama
belum tentu memiliki kandungan yang identik.
Pengujian air dapat digunakan untuk mengetahui kondisi
fisik, kimia, dan mikrobiologinya. Hasilnya kemudian menjadi dasar pemilihan
metode pengolahan.
Sebagai contoh, air dengan tingkat kekeruhan tinggi mungkin
membutuhkan proses pengendapan dan filtrasi awal. Air dengan kandungan zat
terlarut tinggi dapat membutuhkan membran reverse osmosis atau teknologi
lanjutan lainnya.
Menentukan Susunan Teknologi
TANINDO menggunakan berbagai teknologi pengolahan air,
seperti mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, reverse osmosis, nanofiltrasi, dan
elektrodeionisasi. Teknologi tersebut dipilih berdasarkan kondisi air serta
kualitas hasil yang ingin dicapai.
Satu sistem dapat terdiri dari beberapa tahap, misalnya:
- Penampungan
air baku.
- Pengendapan
atau pretreatment.
- Sand
filter dan carbon filter.
- Cartridge
filter.
- Ultrafiltrasi
atau reverse osmosis.
- Desinfeksi
menggunakan ultraviolet atau ozon.
- Penampungan
air hasil pengolahan.
Tidak semua proyek membutuhkan rangkaian yang sama.
Penggunaan teknologi berlebihan justru dapat meningkatkan investasi dan biaya
pemeliharaan.
Melakukan Pengadaan dan Instalasi
Setelah desain disetujui, tahap berikutnya adalah pengadaan
pompa, filter, membran, tangki, perpipaan, panel kontrol, serta komponen
pendukung lainnya.
Setiap unit harus dipasang sebagai satu rangkaian yang
saling mendukung. Kapasitas pompa, ukuran pipa, tekanan membran, volume tangki,
dan kemampuan panel kontrol perlu disesuaikan.
TANINDO menangani pengadaan dan instalasi sebagai bagian
dari layanan pengolahan air terintegrasi.
Memberikan Pendampingan Teknis
Operator perlu memahami fungsi setiap komponen setelah
sistem mulai digunakan. Mereka harus mengetahui prosedur menyalakan dan
menghentikan mesin, melakukan backwash, membaca tekanan, serta mengenali tanda
penurunan performa.
Pelatihan operator menjadi bagian penting agar sistem tidak
hanya bekerja ketika pertama kali diserahterimakan, tetapi juga dapat
dioperasikan secara konsisten.
Perusahaan yang membutuhkan perencanaan hingga pemasangan
sistem dapat mempelajari layanan melalui website TANINDO.
Konsultasi awal membantu menentukan teknologi berdasarkan kondisi sumber air
dan kebutuhan pengguna.
