Produk FRP Buatan Indonesia Menjangkau Proyek Industri Internasional
Kemampuan manufaktur Indonesia tidak hanya berkembang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Sejumlah perusahaan lokal mulai membangun kompetensi engineering dan produksi yang memungkinkan produknya digunakan dalam berbagai proyek internasional.
Salah satunya adalah GAJA Fiberglass, merek dari PT
Graha Adhi Jaya Abadi yang bergerak dalam engineering dan manufacturing produk
Fiber Reinforced Plastic atau FRP.
Perusahaan ini didirikan pada 2007 dan awalnya memproduksi
GRP roof sheeting serta water cistern untuk pasar residential. Setelah
memperluas kemampuan produksinya, GAJA mulai mengembangkan berbagai produk FRP
untuk kebutuhan industri.
Transformasi tersebut kemudian membuka peluang bagi
perusahaan untuk memasuki pasar internasional.
Ekspansi Dimulai dari Pasar Asia Pasifik
Dalam perjalanan perusahaan, tahun 2013 menjadi salah satu
periode penting ketika GAJA membuka representative office di Australia.
Beberapa tahun kemudian, perusahaan mulai memperluas ekspor
produk FRP ke berbagai negara.
Pada 2018, GAJA memasuki pasar Jepang melalui kontrak ekspor
jangka panjang untuk produk FRP Fan Stack. Setahun kemudian, perusahaan mulai
mengekspor FRP Floor Panel ke Korea Selatan.
Pada 2021, pasar Malaysia juga mulai dilayani melalui produk
FRP pipe fittings. Kemudian pada 2022, ekspansi berlanjut ke Papua Nugini dan
Selandia Baru.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa produk manufaktur
berbasis engineering dari Indonesia memiliki peluang untuk bersaing di pasar
regional maupun internasional.
Proyek Water Treatment di Australia
Australia menjadi salah satu pasar yang memiliki sejumlah
proyek dalam portofolio GAJA Fiberglass.
Pada Bondi Sewage Treatment Plant di Sydney, perusahaan
dipercaya memproduksi FRP pipe, fittings, dan duct untuk sistem ventilasi dan
pengendalian bau.
FRP pipe berdiameter sekitar dua meter tersebut dirancang
dengan mengacu pada standar ASME B31.3 dan ASTM 2996. Produk diproduksi di
fasilitas Jakarta menggunakan sistem filament winding sebelum dikirim ke lokasi
proyek.
Perusahaan juga terlibat dalam Winmalee Waste Water
Treatment Plant.
Untuk proyek tersebut, GAJA memproduksi FRP ducting
DN200 hingga DN300 serta trafficable flat FRP dengan luas 128 meter persegi.
Seluruh produk difabrikasi di Jakarta dan menjalani proses inspeksi sebelum
pengiriman.
Memenuhi Kebutuhan Custom Market Jepang
Pasar Jepang menghadirkan karakteristik berbeda.
Dalam salah satu proyek untuk Nippon Molymer Co. Ltd., GAJA
Fiberglass mengerjakan custom fan stack, diffuser-type fan stack, water basin,
serta elbow duct.
Dimensi fan stack yang dikerjakan memiliki rentang diameter
hingga sekitar 8.000 mm.
Proses produksinya mengacu pada ASTM C582 dan disebut telah
memenuhi Japan Quality Standard. Selain proses manufaktur, perusahaan melakukan
pre-assembly setiap segmen di fasilitas Jakarta sebelum produk dikirim menuju
lokasi tujuan.
Pre-assembly menjadi penting pada produk berukuran besar
karena memungkinkan kesesuaian komponen diperiksa sebelum proses pengiriman dan
pemasangan.
Engineering Menjadi Nilai Tambah Produk Ekspor
Ekspor produk industri memiliki karakter yang berbeda dengan
produk consumer.
Pembeli tidak hanya mempertimbangkan harga dan ketersediaan
barang.
Dokumen engineering, compliance terhadap standar,
manufacturing capability, inspeksi, quality control, packaging, dan kemampuan
memenuhi spesifikasi proyek menjadi bagian penting dalam proses procurement.
Karena itu, keberhasilan produsen memasuki pasar
internasional juga bergantung pada kemampuan perusahaan membangun sistem
produksi yang konsisten.
GAJA Fiberglass menyatakan telah memperoleh ISO 9001, ISO
14001, dan ISO 45001, yang masing-masing berkaitan dengan sistem manajemen
mutu, lingkungan, serta kesehatan dan keselamatan kerja.
Peluang Industri Manufaktur Indonesia
Indonesia memiliki basis industri dan sumber daya manusia
yang memberikan peluang besar dalam pengembangan produk engineering.
Ketika perusahaan lokal mampu membangun fasilitas manufaktur
sekaligus menguasai engineering, peluang untuk terlibat dalam supply chain
regional menjadi semakin terbuka.
Rekam jejak ekspor GAJA Fiberglass ke Jepang, Korea Selatan,
Malaysia, Australia, Papua Nugini, dan Selandia Baru menunjukkan salah satu
contoh bagaimana perusahaan manufaktur Indonesia dapat memperluas pasar melalui
produk bernilai tambah.
Bagi industri nasional, perkembangan semacam ini penting
karena menunjukkan bahwa produk yang dibuat di Indonesia tidak hanya memiliki
pasar domestik, tetapi juga dapat digunakan dalam proyek industri lintas negara
dengan kebutuhan teknis yang beragam.
